Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Memelihara dan Menjaga Bahasa Islam

JAKARTA - Menjaga Bahasa dan Sastra Arab bukanlah kewajiban bangsa Arab semata. Kewajiban tersebut jatuh pula pada umat Islam apapun asal bangsa dan negaranya. "Karena bahasa Arab bukanlah hanya untuk orang arab, tetapi bahasa arab adalah Bahasa Islam yang dengannya seorang muslim memahami agamanya," ujar Dr. Muhammad Al Mu'tiq, perwakilan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Indonesia yang membuka rangkaian kegiatan 'Bulan Bahasa Arab di Indonesia' di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jl. Pemuda Raya, Jakarta Timur,Kamis (16/10/2014).

'Bulan Bahasa Arab di Indonesia' diselenggarakan atas inisiasi 'King Abdullah International Center for Arabic Language' Riyadh, Kerajaan Saudi Arabia (KSA) bekerjasama dengan Ikatan Pengajar Bahasa Arab se-Indonesia atau IMLA. Rangkaian acara yang akan berlangsung hingga awal November mendatang ini diisi dengan seminar nasional, pelatihan ilmiah, penulisan buku dan festival tentang budaya dan Bahasa Arab di delapan kampus Indonesia. Delapan kampus tersebut : Universitas Negeri Jakarta (UNJ), UIN Yogyakarta, UNIDA Gontor, UMM Mataram, IAIN Palembang, UPI Bandung, UM Malang dan UIN Malang. 

Kegiatan bulan Bahasa Arab merupakan agenda penting 'King Abdullah International Center for Arabic Language' yang dilaksanakan secara periodik di sejumlah negara dunia. Indonesia menjadi destinasi utama setelah sebelumnya diselenggarakan di Cina. Menurut Sekretaris Umumnya, Dr. Abdullah bin Sholih Al Washmy, Indonesia dipilih mengingat banyaknya jumlah penduduk muslim serta besarnya perhatian masyarakat Indonesia terhadap Bahasa dan Sastra Arab.

Agenda ini disambut baik sejumlah akademisi Indonesia. Seperti yang diungkapkan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNJ, Dr. Aceng Rahmat, bahwa kegiatan tersebut hendaknya diniatkan sebagai bentuk ibadah."Adalah sebuah kehormatan bagi kita untuk berada dalam barisan penjaga Bahasa Arab, karena dengan Bahasa ini Allah menjaga Al Quran," ujarnya di acara pembukaan.

Acara yang didukung langsung oleh Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz melalui Kedutaan KSA di Indonesia serta LIPIA Indonesia ini akan menghadirkan para pemateri pakar Bahasa dan sastra Arab dari Universitas Imam Muhammad Ibnu Su'ud Riyadh, Universitas Malik Su'ud Riyadh, Universitas Ummul Quro Makkah, Universitas Islam Madinah, Universitas Qosim dan Universitas Tabuk.

(aldakwah.org/lipia media center)