Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Idul Ghadir Tidak Ada dalam Islam

Jakarta - Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) melalui Sekretaris Jenderal Bachtiar Nasir mengecam keras perayaan hari besar Syiah Idul Ghadir yang diselenggarakan pada sabtu (26/10/2013) di Gedung Smeco, Jakarta.

Dalam rilis yang diterima hidayatullah.com, Jum’at (25/10/2013) sore, Bachtiar mengatakan bahwa dalam pandangan mayoritas umat Islam Indonesia yang menganut Ahlussunnah wa Jama’ah, hanya ada dua hari raya besar, yakni hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

“Perayaan Idul Ghadir sebagai aktivitas kelompok Syiah Indonesia yang berupaya memecah belah umat Islam. Hal itu disebabkan perayaan Idul Ghadir merupakan pelestarian dan perayaan kebencian dan dendam Syiah kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkemuka, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan,” Bachtiar menjelaskan.

Perayaan Idul Ghadir ini, jelas Bachtiar, semakin membuktikan bahwa Syiah memang satu aliran yang secara mendasar berbeda dengan kaum Muslim lainnya.

“Penolakan dan penistaan kepada para sahabat Nabi yang utama justru dirayakan sebagai ibadah yang agung menjadi hari raya tersendiri. Mereka menganggap Idul Ghadir adalah hari raya terbesar yang melebihi keagungan ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha,” jelasnya.

Kata Bachtiar, ‘Idul Ghadir adalah sebuah perayaan atas anggapan mereka mengenai pengangkatan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sebagai khalifah di kebun Ghadir Khum.

Atas dasar itu MIUMI meminta pemerintah RI agar menjaga keutuhan dan ketenteraman bangsa dengan tidak memberikan izin pelaksanaan acara tersebut. Serta mengajak umat Islam untuk waspada terhadap segala upaya untuk merusak ajaran Islam dan mengadu domba sesama Muslim dengan jargon ukhuwah.

hidayatullah.com