Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Muslim Merasa Makin Nyaman Hidup Di Korea

SEOUL  Muslim yang tinggal di Korea Selatan saat ini merasa lebih nyaman. Mereka merasa bahwa masyarakat Korea telah bisa menerima dan memahami agama Islam yang mereka anut.

“Saat ini, orang Korea tidak mendiskriminasi saya atas dasar saya menjadi seorang Muslim, ini jarang terjadi (dulu)”, ujar Muhammad, mahasiswa Kyung Hee Universitas, mengatakan kepada The Korea Herald pada hari Ahad tanggal 26 April, demikian lansir onislam.net.

“Ketika saya datang ke sini pada tahun 2010, orang Korea memberikan tanggapan yang dingin untuk Muslim atau orang-orang yang menuju ke ruang mushala. Itu menjadi masalah berkali-kali untuk orang-orang seperti saya.”

Pria Jordania berusia 28 tahun itu adalah salah satu mahasiswa Muslim yang datang ke mushala di universitas setelah mengikuti kuliah untuk melakukan shalat.

 

Sikap positif terhadap komunitas Muslim didorong oleh dialog dan kegiatan antara penganmut berbagai agama yang diselenggarakan oleh Muslim Korea selama beberapa tahun terakhir.

“Setiap tahun, telah terjadi dialog antara beberapa agama di sini. Kami membahas cara-cara untuk hidup berdampingan dan bekerja sama satu sama lain,” jelas Lee Ju-hwa, pria asli Korea yang menjadi Imam Masjid Central Seoul.

“Tiga tahun yang lalu, dua orang mahasiswa datang untuk belajar bahasa Arab. Sekarang, lebih dari 100 siswa mengunjungi di sini dan belajar bahasa Arab setiap bulan,” ujar Kim Sang-kyu, seorang eksekutif dari Markaz Arabic Center, Seoul.

“Karena sebagian besar yang berbahasa Arab adalah Muslim, mahasiswa Korea belajar bahasa Arab mendapatkan kesempatan untuk memahami budaya Islam dengan berkomunikasi dengan guru Muslim.”

Menurut Imam Lee Ju-hwa, pada tahun 2007 saat terjadi penculikan warga Korea di Afghanistan, telah memicu rasa ingin tahu di kalangan orang Korea tentang agama Islam, agama paling cepat perkembangannya di dunia.

Mayoritas penduduk muslim di Korea Selatan terdiri dari pekerja migran dari Pakistan dan Bangladesh. Jumlah Muslim asli Korea diperkirakan sekitar 45.000.

Pemeluk Buddha merupakan 52% dari populasi dan Kristen mencapai 20% dari populasi Korea Selatan. Diperkirakan 25,3% warga Korsel mengaku tidak mengikuti agama tertentu.

“Sangat penting bagi orang Korea untuk menyadari bahwa umat Islam telah memiliki akar di negeri ini dan hidup dan bernapas berdampingan dengan kami,” kata Lee.

“Tentu kita memiliki perbedaan-perbedaan, tetapi penting untuk membuka diri terhadap orang lain untuk mencoba dan memahami satu sama lain, dan menetapkan dasar bagi kita semua untuk hidup berdampingan secara damai.”

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa lebih masjid, restoran halal dan dakwah Islam yang diperlukan untuk mendorong lebih banyak mahasiswa Muslim untuk belajar di negara Asia Timur tersebut.

Menurut Federasi Muslim Korea (KMF), yang didirikan pada tahun 1967, terdapat sekitar 120.000 sampai 135.000 Muslim yang tinggal di Korea Selatan, baik pribumi dan pendatang.

muslimdaily.net