Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Inggris dan Amerika Serikat Tutup Kedutaan di Yaman

YAMAN - Inggris dan Amerika Serikat menarik staf diplomatik dan menutup kantor kedutaannya di Yaman menyusul situasi keamanan di negara itu.

Kementerian luar negeri Inggri, Foreign Office, mengatakan staf kedutaan dan kantor-kantornya menghadapi resiko tinggi dan memerintahkan seluruh warga Inggris agar segera pergi meninggalkan Yaman.

Amerika Serikat juga menutup kedutaannya dan mengevakuasi para stafnya.

“Situasi keamanan di Yaman terus memburuk beberapa hari ini,” kata Menteri Urusan Timur Tengah Tobias Ellwood dikutip BBC Rabu (11/2/2015).

“Dubes dan staf diplomatik kita telah meninggalkan Yaman pagi ini dan akan kembali ke Inggris,” kata Ellwood.

Sementara itu Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga telah menghentikan sementara operasionalnya di Yaman dan menarik stafnya, karena situasi keamanan yang memburuk.

“Semua layanan konsular, rutin dan/atau darurat, telah ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata Deplu AS dalam pernyataannya.

Situasi di Yaman semakin memanas sejak bulan lalu para pemberontak Syiah menahan seorang pembantu penting Presiden Abdu Rabbuh Mansour Hadi, sebagai bagian dari upaya orang-orang Syiah menghalangi penyusunan rancangan konstitusi baru Yaman.

Pemberontak Syiah kemudian menguasai istana kepresidenan dan gedung-gedung pemerintah lainnya, yang mengakibatkan mundurnya Hadi dari kursi presiden. Hadi mengatakan dia tidak bisa bekerja di bawah tekanan para pemberontak Syiah.

Setelah itu kemudian para pemberontak Syiah Yaman, yang nama resmi gerakannya adalah Ansharullah, menjadikan Presiden Hadi beserta para menteri kabinet sebagai tahanan rumah.*

Hidayatullah.com