Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Jangan jadi bagian Golongan Putus Asa

Oleh: Nesia Andriana

“Tidak memilih adalah hak saya,” demikian kata sebagian orang.

Setuju. Setiap manusia lahir ke dunia diberikan hak asasi, hak penuh untuk menjadi apapun yang ia inginkan.Termasuk memilih untuk tidak memilih.

Hanya saja, pilihan adalah seperti ujung tongkat yang mana ujung satunya bernama konsekuensi. Satu ujung diangkat, ujung lain akan ikut terangkat.

Memilih untuk tidak memilih adalah cermin jiwa yang kehabisan energi. Cermin jiwa putus asa.

 

Memilih untuk tidak memilih adalah bentuk ketakpedulian terhadap bangsa.

Memilih untuk tidak memilih… adalah sama dengan memilih jalan yang berbeda dengan jalan yang dikehendaki Allah Ta'ala.

 

 

dalam Firman-Nya:

“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya dan kepada pemimpinmu…” (QS: An-Nisaa: 59)

Allah ta’ala menyebut ‘ulil amri’ sebagai pihak-pihak yang dijadikan tujuan ketaatan. Maka, jika tak ada ulil amri, bagaimana perintah ini dapat ditunaikan?

Rasulullah SAW bersabda:

إذا خرج ثلاثة في سفر فليؤمروا أحدهم

“Jika tiga orang bersafar, maka angkatlah salah satunya sebagai pemimpin.” (Hr. Abu Daud dari Abu Hurairah).

Safarnya sebuah bangsa adalah safar yang panjang, melibatkan banyak orang dan padanya ditentukan perjalanan nasib umat. Jika antara tiga orang saja Rasulullah SAW memerintahkan diangkatnya seorang pemimpin, maka bagaimanakah dengan urusan sebuah negara?

Rasulullah SAW juga bersabda:

لا يحل لثلاثة يكونون بفلاة من الأرض إلا أمَّرُوا عليهم أحدَهم

“Tidak halal bagi tiga orang yang berada di sejengkal tanah, kecuali mengangkat salah satu dari mereka sebagai pemimpin.” (HR: Imam Ahmad dari Ibnu Umar RA)

Berkata Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam Assiyasah As-Syariyyah:

فإن بني آدم لا تتم مصلحتهم إلا بالاجتماع لحاجة بعضهم إلى بعض، ولا بد لهم عند الاجتماع من رأس

“ … kemaslahatan Bani Adam tak bisa sempurna kecuali dengan terwujudnya masyarakat yang di dalamnya mereka saling membutuhkan, dan harus ada bagi masyarakat itu seorang pemimpin.”
Maka, dengan iman, marilah kita mengambil jalan yang sesuai dengan yang diperintahkan Allah, Rasul-Nya, dan para ulama salaf as-shaalihuun.

***

Hari ini kita saksikan kota ibarat rimba baliho dan umbul-umbul. Bising dan dipenuhi gempuran janji dan rayuan.
Saudaraku, mari kita merenung sejenak, tentang hakikat penciptaan kita… Di mana Sang Khaliq Pencipta langit dan bumi berfirman,

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku…” (QS:Adz-Dzaariyat : 56)

Mari kita hadapi keadaan sekarang dengan syukur dan sekaligus sabar, yang dengannya akan lahir energi besar untuk menjernihkan pikiran mengambil langkah terbaik ke depan. Syukur, kondisi negara kita saat ini masih lebih baik dari banyak negara lainnya. Sabar, yakni kita harus tetap berjuang dan melangkah untuk mencapai perbaikan yang lebih, dan lebih.

Mari kembalikan pada pikiran jernih, bahwa apapun itu, kita lakukan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Untuk mentaati-Nya, karena iman kepada-Nya.

Bukan sekedar pelampiasan kemarahan, kecewa, dan dendam yang dipelihara baik-baik golongan putus asa (Golput). Bukan sekedar pilihan gelap mata karena kesalahan yang dijadikan setitik tinta untuk merusak susu sebelanga.

Takutlah kita pada suatu hari di mana setiap jiwa akan ditanya tentang setiap jengkal langkahnya, setiap pilihannya. Bahkan memilih untuk tidak memilih pun juga kelak akan ditanya di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala. Lallahu a’lam.

*Penulis buku dan mahasiswa STIU Darul Hikmah – Bekasi

Hidayatullah.com