Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

20 Ribu Situs Media Prancis Diserang Peretas Militan

PARIS - Sejumlah website media Prancis mengalami gangguan setelah muncul peringatan akan adanya serangan siber kelompok militan. Diantara situs yang terkena serangan adalah Le Parisien, Marianne, 20 Minutes, L'Express, Mediapart, dan France Info.

Pemerintah Prancis menyatakan, sekitar 20.000 situs telah menjadi target teror setelah terjadinya penyerangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo. Situs Le Parisien saat dibuka menyebutkan, "Kesalahan yang tidak terduga telah terjadi, coba lagi nanti, tim kami telah diberitahu."

Pengelola Web  Oxalide menyebutkan, penyerangan hacker terhadap situs membuat situs susah dibuka. Saat ini mereka masih menyelidiki siapa yang berada di balik serangan terhadap situs mereka. Namun belum diketahui apakah ada hubungan antara penyerang Charlie Hebdo dengan hacker penyerang situs-situs di Prancis.

Baca Selengkapnya....

Muslim Amerika bagikan Al-Qur'an secara gratis untuk melawan Islamophobia

AMERIKA SERIKAT – Dalam upaya untuk menyebarkan informasi yang benar tentang Islam, CAIR telah meluncurkan sebuah kampanye “Membagikan Al-Qur’an” untuk meningkatkan pemahaman tentang Islam melalui pemberian kitab suci umat Islam ini secara gratis kepada warga non-Muslim Amerika yang menginginkannya, sebagaimana dilansir WB pada Sabtu (17/1/2015).

Nihad Awad, Direktur Eksekutif Nasional Dewan Hubungan Amerika-Islam atau Council on American-Islamic Relations (CAIR) mencoba untuk memperkenalkan Islam dari sudut pandang yang mungkin belum diketahui oleh non-Muslim Amerika kebanyakan.

Baca Selengkapnya....

MUI: Charlie Hebdo itu Apinya, Penyerangan Hanya Asap

Ulah Charlie Hebdo yang kembali memuat karikartur Rasulullah paska penyerangan mendapat komentar dari Ketua MUI Pusat Bidang Seni dan Budaya, KH A Cholil Ridwan.

Ia mengkritisi standar ganda Barat dalam menyikapi kasus ini mengingat Charlie Hebdo lah yang memulai perkara namun akhirnya justru disanjung sebagai martir kebebasan pers.

“Penyerangan itu hanya asap, apinya adalah tindakan memalukan Charlie Hebdo yang memuat karikatur Rasulullah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (13/01/2014)

Baca Selengkapnya....

11 orang di Suriah meninggal akibat cuaca dingin yang ekstrim

DAMASKUS – Sebanyak 11 orang tewas di Suriah, termasuk tujuh orang anak pada ahad lalu karena kondisi cuaca ekstrim dan badai salju yang melanda beberapa negara di Timur Tengah, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan, sebagaimana dilansir oleh MEMO, Selasa (13/1/2015).

Badai salju yang melanda sebagian besar wilayah Suriah menyebabkan kematian enam orang, ungkap Observatorium setelah melaporkan kematian anak dan seorang pria pada hari Ahad (11/1).

Organisasi itu juga mengungkapkan bahwa korban meninggal termasuk seorang anak dari kota Abu Kamal, seorang pria dari kota Al-Mayadeen di pinggiran Deir Ez-Zor, gadis kembar berusia dua hari dari lingkungan Al-Firdaus di kota Aleppo, seorang pria dari lingkungan Al-Maghayer di kota Aleppo, seorang anak dari Beit Sahem di Damaskus, dan seorang anak di pinggiran kota Daraa.

Baca Selengkapnya....

Apakah Kasus Charlie Hebdo hanya sandiwara alias Psy Ops?

PARIS – Beredar sebuah analisis bahwa insiden penembakan kantor Charlie Hebdo, Paris hanya sebuah operasi sandiwara atau psy ops, sebagaimana dilansir BSR pada Sabtu (10/1/2015).

Dalam sebuah analisis oleh Jim Stone, seorang jurnalis investigasi independen memaparkan kejanggalan berdasarkan video penyerangan yang terjadi di Paris tersebut sebelum berita para tersangka pelaku penembakan meninggal dunia.

Stone mengajak pembaca untuk memperhatikan adegan bahwa, “Polisi yang ditembak dari jarak dekat tidak mengeluarkan darah walaupun tepat ditembak di kepalanya dan moncong senjata mengeluarkan asap putih.”

Baca Selengkapnya....

Warga Jerman Dukung Umat Islam Hadapi Islamofobia

DRESDEN -- Setidaknya 18 ribu orang di kota timur Jerman, Dresden, mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa yang menentang pengaruh Islam di negara-negara Barat. Hal tersebut mendorong kontra-protes besar-besaran di beberapa kota di Jerman.

Jumlah tersebut mencatat rekor demostran yang turun menggelar aksi ke jalan. Mereka mendukung gerakan sayap kanan poulis yang dikenal sebagai, Patriot Eropa Melawan Islamisasi di Barat (PEGIDA).

Namun aksi PEGIDA ternyata ditentang banyak orang, ini membuat terciptanya demonstrasi tandingan yang menentang mereka. Demonstran di Berlin, Stuttgart, Cologne dan Dresden mengatakan mereka berkumpul melawan diskriminasi dan xenophobia. Aksi PEGIDA menurut mereka tak mencerminkan pesan toleransi.

Baca Selengkapnya....