Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Tokoh Islam Indonesia Dukung Saudi Perangi Pemberontak Syiah Houthi

JAKARTA  Sejumlah ulama pada hari Sabtu menyambangi kediaman Duta Besar Arab Saudi. Kehadiran para ulama ini untuk menyatakan dukungan terhadap pemerintah Arab Saudi yang memimpin operasi Decisive Storm terhadap pemberontak Syiah Houthi di Yaman.

Ketua Umum Rabithah Ulama Dan Dai Asia Tenggara, Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan aksi pemberontak Syiah Houthi tak bisa dibiarkan. Penolakan terhadap upaya solusi damai dinilai harus disikapi dengan tegas.

“Melihat kondisi di Yaman yang mengkhawatirkan dan juga berdampak dua kota suci Makkah, Madinah, melawan aksi militer yang ekstrim suatu kewajiban,” kata Rasmin di kediaman Duta Besar Arab Saudi, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Sabtu (11/4/2015), demikian laporan detik.com.

Meski mendukung, dia berharap konflik ini segera berakhir agar tak membuat khawatir umat Islam dalam menjalankan ibadah haji atau umroh. Ia yakin, jika kawasan Timur Tengah pulih maka membuat kestabilan keamanan di wilayah tersebut.

Hal senada dikatakan Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yaqub. Dia mengingatkan umat Islam di Indonesia mesti mendukung upaya yang dilakukan Arab Saudi berserta negara Teluk lain yang berjuang memerangi pemberontak Houthi. Apalagi upaya yang dilakukan Arab Saudi dan koalisi atas permintaan resmi dari pemerintah Yaman.

“Umat Islam di Indonesia harus mendukung Saudi Arabia karena permintaan yang sah dari Pemerintah Yaman. Kedua, ini dibenarkan menurut Alquran. Sudah berusaha didamaikan, tapi menolak. Maka perjuangkan,” sebut Ali.

Begitu juga Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Maman Abdurahman yang menyebut Arab Saudi wajib melindungi negara tetangga yang jelas diganggu. Dari kronologis peristiwa, pantas dicemaskan aksi pemberontak Houthi yang melakukan penyerangan di Yaman seperti kota Aden.

“Maka sudah selayaknya negara-negara tetangga itu melindungi diri dan juga negara lain. Sudah dilakukan perdamaian, tapi ditolak, dan itu pelangggaran. Mewujudkan rasa aman, tentram dan tidak terganggu,” kata Maman.

Dalam acara pertemuan dengan Dubes Arab Saudi Musthafa Ibrahim Al-Mubarak ini, tampak juga perwakilan dari Pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas. Ada pula perwakilan PBNU seperti Ketua Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), Noor Ahmad.

muslimdaily.net