Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

5 Pertanyaan Mencerdaskan Menanggapi Fenomena ISIS

Koordinator Indonesia Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B. Nahrawardaya, menuturkan sebagian besar masyarakat Indonesia tidak berpikir jernih menyikapi fenomena Daulah Islamiyah Iraq wa Syam (Daisy/ISIS/ISIL) di Timur Tengah yang kini dijadikan sorotan di Indonesia.

Dengan dalih mengajak masyarakat berfikir cerdas, aktivis Muhammadiyah ini mengajukan beberapa pertanyaan yang bisa dijadikan bahan pemikiran masyarakat Indonesia.

Ia mengajukan lima pertanyaan menyangkut fenomena ISIS kepada masyarakat;

Pertama, media mana yang berani menjamin bahwa ISIS yang digambarkan di media selama ini adalah ISIS “milik” Abu Bakar Al Baghdadi?

(Abu Bakar al-Baghdadi adalah Khalifah yang diangkat oleh Daulah Islamiyah Iraq dan Syam yang lebih popular dengan ISIS (Islamis State of Iraq and Syam) saat Ramadhan tahun 2014 lalu).

Kedua, apakah perilaku ISIS yang digambarkan ‘kejam’ itu memang dilakukan oleh ISIS-nya Al Baghdadi, atau ISIS milik pihak lain? Siapa yang menjamin?

Ketiga, jika memang “ada” yang dilakukan oleh ISIS Al Baghdadi, apakah kemudian semua kekejaman “ISIS” bisa dialamatkan kepada ISIS milik Al Baghdadi?

Keempat, jika memang semua perilaku kejam yang seringkali ditampilkan oleh media sebagaimana dituduhkan kepada kelompok ISIS (seperti memenggal, memperkosa, merampok, membunuh, menyandera, membakar, melempar orang dari atas gedung tinggi dan sebagainya), apakah lantas kita mudah percaya bahwa itu adalah sebuah perbuatan kelompok yang ingin mendirikan Negara Islam?

Kelima, jika tidak percaya, kenapa masih menyebut ISIS? Namun jika kita percaya, berarti kita masih belum sehat dalam berpikir.

“Mana ada mendirikan negara Islam dengan membunuh orang atau melakukan tindak kekejaman lainnya?” ujarnya kepada hidayatullah.com.

Sebelum ini masyarakat dikejutkan eksekusi brutal jurnalis AS, James Foley yang diklaim perbuatan ISIS. Belakangan muncul foto-foto yang diunggah di internet proses eksekusi dilakukan di sebuah studio disertai lambang CIA (Central Intelligennce Agency)

Mustofa menegaskan hingga kini, masyarakat mengetahui kekejaman ISIS hanya dari media massa yang tidak terhubung langsung ke sumber utama ISIS sendiri.

Sumber-sumber yang dipakai media, lanjutnya, hanya dari website, akun twitter, email, surat-surat elektronik, blog, dan lain sebagainya. Tidak pernah satupun media datang ke wilayah ISIS dan bertemu langsung.

“Bahkan sumber media hanyalah klaim atau pengakuan dari orang yang mengaku orang dekat ISIS, mantan penerjemah ISIS, dan seterusnya. Di mana Al Baghdadi?” imbuh Mustofa.

Bagaimana mungkin berita yang sudah tersebar ke seluruh dunia, bahkan sudah dipercaya sebagian besar Muslim sedunia, ternyata berasal dari sumber yang tidak benar?

Mustofa menyampaikan kekhawatirannya, media-media yang mencoba memberitakan kegiatan ISIS milik Al Baghdadi yang mana digambarkan sebagai pasukan gagah berani melawan kedhaliman, justru kemudian distampel sebagai media teroris.*

Hidayatullah.com