Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Menang Pemilu, Netanyahu : Tidak akan Ada Negara Palestina

TEL AVIV - Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu secara mengejutkan memenangkan Pemilu untuk parlemen Israel. Keputusan tersebut memperdalam ketegangan dengan Palestina dan Barat.

Dengan hampir semua suara telah terhitung, partai sayap kanan Likud diperkirakan meraih 30 dari 120 kursi parlemen Knesset sedangkan Uni Zionis yang berhaluan tengah kiri meraih 24 kursi. Kemenangan Likud menegaskan klaim Netanyahu sebelumnya pada Selasa (17/3) yang menyatakan kemenangan atas partainya.

"Melawan segala rintangan kami mencapai kemenangan besar bagi Likud. Kami mencapai kemenangan besar bagi kubu nasionalis di bawah kepemimpinan Likud. Kami mencapai kemenangan besar bagi rakyat Israel," kata Netanyahu seperti dikutip surat kabar Israel Yediot Ahronot, Rabu (18/3/2015).

Netanyahu menambahkan, sekarang mereka akan membangun pemerintahan yang kuat dan stabil. Ia sebelumnya juga bersumpah, jika terpilih kembali maka tidak akan ada negara Palestina.

Netanyahu adalah penjahat perang, dalam kepemimpinan sebelumnya ia memerintahkan pasukan Israel menyerbu Gaza. Agresi yang berlangsung pada Juli hingga Agustus 2014 itu menewaskan sekitar 2.100 warga Palestina.

Deklarasi Perang terhadap Palestina

Dewan Legislatif Palestina menilai bahwa hasil pemilu Zionis yang dimenangi oleh Benyamin Netanyahu merupakan deklarasi perang terhadap bangsa Palestina dan menegaskan tentang orientasi pemilih Zionis ke arah dukungan pada “ektrimisme dan kejahatan”.

“Kekuatan-kekuatan radikal di entitas Zionis kembali memilih partai Likud pimpinan penjajah Netanyahu yang melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina melakukan serangan-serangan yang berulangkali dilancarkan terhadap Jalur Gaza.” ujar Ketua Pelaksana Tugas Dewan Legislatif Palestina, Dr. Ahmad Bahar dalam pembukaan sidang majelis di kota Gaza, Rabu (18/3/2015).

Bahar menyerukan kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas dan tim perundinganya untuk menghentikan perundingan, merapatkan barisan dan kembali melakukan perlawanan untuk menghadapi bahaya berikutnya usai kemenangan rasisme Zionis dalam pemilu Knesset Zionis sekarang ini. Serta untuk menghadapi ancaman yang dilontarkan sebagian calon selama kampanye pemilu mereka untuk kembali melakukan kejahatan di Jalur Gaza.

Dia meminta Abbas agar menghentikan koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis dan mengatifkan keputusan Majlis Pusat PLO terkait masalah ini serta membatalkan seluruh perjanjian yang ditandatangani dengan penjajah Zionis. 

(SI Online)