Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Merasa Terancam, Kaum Yahudi Disarankan Keluar dari Eropa

WASHINGTON - Wakil ketua Muktamar para petinggi organisasi Yahudi Amerika, Malcolm Hoenlein mengatakan, bangsa Yahudi di Eropa hendaknya bersiap-siap untuk meninggalkan benua itu karena isu anti-semit semakin menjadi dan kondisi keamanan di sana juga semakin buruk.

Hoenlein menyampaikan pesan ini di tengah kunjungannya ke kota Wina. Di kota tersebut, bersama dengan 50 orang tokoh Yahudi Amerika lainnya, Hoenlein bertemu dengan para pejabat Yahudi yang duduk di pemerintahan Austria. Mereka kemudian membicarakan kondisi buruk yang dihadapi kaum Yahudi di Eropa. “Orang-orang Yahudi di benua Eropa dalam kondisi terancam,” jelas Hoenlein.

Press rilis dari organisasi Yahudi terbesar di Amerika ini, sebagaimana yang diterbitkan surat kabar “Der Standard” menjelaskan, bahwa kekerasan atas nama anti semit semakin menjadi dan mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan hal itu terjadi sebelum meletusnya kasus Charlie Hebdo. Kasus Charlie sendiri menurut para tokoh Yahudi itu memiliki tujuan untuk memojokkan kaum Yahudi di Perancis. Mereka juga mengungkapkan bahwa peta demografi telah berubah, karena saat ini jumlah muslim di Perancis terebut bertambah.

Laporan dari lembaga penelitian, The Pew Research Center di Amerika menyebutkan, bahwa jumlah Yahudi di Eropa berkurang dari 9,5 juta jiwa pada tahun 1939 lalu menjadi 3,2 juta jiwa di tahun 60-an. Jumlahnya kini terus mengalami penurunan. Tercatat saat ini hanya tersisa 1,4 juta jiwa Yahudi saja yang masih berdomisili di Eropa.

(msy/imo/dakwatuna)