Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Pemuda Harus Kritis atas Fakta yang Disajikan Media

Di negara-negara yang menganut sistem demokrasi yang memberikan kebebasan kepada rakyat untuk menyatakan pendapatnya (free of expression), sampai sekarang pers tetap dianggap sebagai pilar keempat. Hal ini disebabkan daya persuasinya yang kuat dan pengaruhnya yang besar kepada masyarakat. Napoleon.

Demikian disampaikan Tiar Anwar Bachtiar, Ketua PP Persis, dalam talkshow yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosat Islamiyah (STID DI) Al-Hikmah, Jakarta, Ahad (23 Juni 2013) kemarin.

Tiar mengatakan, media begitu dahsyatnya dalam menyebarkan informasi, bahkan makin menguatkan keberadaan suatu berita. Tidak peduli bahwa informasi yang dihembuskan media menjadi berimbang atau malah membunuh karakter salah satu pihak. 

“Hari ini media bisa menyambungkan antara media lokal untuk kemudian secara cepat mengglobal,”jelasnya. Batas-batas geografi menjadi tak terasa. Akhirnya dunia seperti sebuah kampung dimana segala isu dapat cepat diketahui.

Talkshow yang menjadi puncak dari serangkaian acara “Al-Hikmah Fair” itu mengusung tema: “Lejitkan Potensi Pemuda, Hadapi Dakwah Era Media.” 

Tiar Anwar Bachtiar dan Mohamad Fadhilah Zein merupakan dua pembicara yang dihadirkan.

Di sana dibahas peranan pemuda dalam pergerakan isu yang disebarkan oleh media massa. Tapi pemuda juga menjadi sorotan dimana merupakan sasaran empuk dari kecanggihan teknologi.

Menurut Tiar, ketika teknologi media menjadi andalan masyarakat, maka di sanalah potensi persebaran fitnah meluas. 

Gosip dengan cepat tersebar. Sebagai gambaran, ketika Tiar masih dibangku pesantren, untuk mencari keshahihan sebuah hadits, Ia mencarinya dalam berbagai kitab. 

“Diperlukan waktu seharian dalam mencari satu hadits saja. Sekarang kita tinggal buka kitab Syamil Hadits. Tidak sampai satu menit, sudah mendapatkan jawabannya,”ulasnya. Lama kelamaan pemanjaan teknologi mengendurkan sikap kritis dalam mempertanyakan sebuah fakta. Hal inilah yang harus disikapi oleh pemuda.

Kritis dan Tabayyun 

Satu-satunya jalan menghadapi gosip pemberitaan adalah dengan tabayun yakni memperjelas duduk perkara, demikian disampaikan Tiar Anwar Bachtiar. 

“Tidak bisa hanya commonsense. Akhirnya semuanya memerlukan ilmu. Semua memerlukan riset. Berulang kali cek dan ricek,”ulas Tiar. 

Menunut Tiar, menjadi hal mendesak untuk dilakukan ketika masyarakat tak lagi kritis. Mereka lebih mudah tersulut dan cepat mengambil keputusan.  

“Barangkali kedzaliman media massa terhadap umat Islam terjadi karena umat Islam sendiri mudah tersulut,”ulasnya.

(Hidayatullah.com)