Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Pesawat Tempur F-16 TNI AU Gagal Terbang dan Terbakar, Ini Kronologinya

JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna menjelaskan kronologi pesawat F-16 Fighting Falcon Block 52ID nomor registrasi TT-1643 milik TNI Udara yang gagal take off di Lanud Halim Perdanakusuma.

"Pada saat pesawat laksanakan rolling takeoff, penerbang melihat ada sesuatu mall function," kata KSAU, saat jumpa pers di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/04) seperti dikutip Antara. 

Penerbang Letkol (Pnb) Firman Dwi Cahyono, mengetahui mall function setelah warning light di pesawat menyala. Indikasinya pada sistem hidrolik dan elektrik. "Penerbang dengan kecepatan untuk take off, tetapi belum lepas landas dan laksanakan abort take off," ucap KSAU.

Yang terjadi kemudian, diduga ada kebocoran hidrolik sehingga sistem pengereman pesawat tidak maksimal.

"Karena pengereman tidak maksimum, daripada lewat dari runway (landasan lancang), di situ banyak perumahan. Pilot mengambil action memutar kembali," ujarnya, mengungkapkan.

Tetapi lantaran pesawat masih full atau penuh bahan bakar, kemudian terjadi percikan api di mesin, maka terjadi kebakaran.

"Saya menghargai pilot dengan action-nya tidak menimbulkan korban lainnya. Keluar dari pesawat, cedera di tangan dan pundak. Dari penanganan dokter di RS Esnawa Antariksa TNI AU, penerbang sehat wal afiat," ujar Agus.

Pada kesempatan yang sama, Agus Supriatna menjelaskan bila pesawat tempur F-16 yang terbakar di Halim Perdanakusuma rencananya akan digunakan sebagai armada pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KAA) pada pekan depan. "Itu benar bahwa pesawat itu untuk keamanan KAA," katanya. 

Akibat terbakarnya pesawat nomor ekor TS-1643 itu, kata Agus, TNI AU akan segara mencari solusi untuk mencari pengganti mengingat perhelatan KAA tinggal menghitung hari.

"Kami akan evaluasi segera untuk mencari penggantinya. Untuk sementara (pesawat F-16) yang dari Pekanbaru akan kami pakai untuk penyelidikan," kata Agus.

Agus mengatakan perawatan pesawat tempur di Angkatan Udara sudah sesuai standar dan terjadwal dengan tertib sehingga TNI AU akan menyelidiki secara mendalam penyebab dari terbakarnya pesawat.

"Usia pesawat F-16 hingga 30 tahun. Contohnya pesawat tahun 1989 masih bagus. Karena sudah terjadwal pemeliharaan," ucap Agus. 

Di sisi lain, Agus memastikan kondisi pilot sekaligus komandan Skadron 16 Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono hanya mengalami luka ringan dan sedang dirawat di Rumah Sakit Angkatan Udara Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma.

(SI Online)