Copyright © www.aldakwah.org 2020. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Ini Cerita Jamaah Az Zikra yang Disiksa Gerombolan Syiah

BOGOR - Faisal Salim, jamaah majelis Az Zikra yang menjadi korban kebiadaban gerombolan Syiah menceritakan bagaimana dirinya diculik dan dipukuli pada saat kejadian, Rabu malam (11/2/2015). Wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menemui Faisal pada Kamis (12/2), ia menjelaskan bahwa kejadian pengeroyokan terjadi sekitar jam 11 malam.

Gerombolan Syiah datang malam hari disaat warga sedang istirahat. Awalnya mereka mau mendatangi rumah RT/RW, namun ditengah jalan bertemu Faisal di depan rumahnya. Kebetulan Faisal dan anak-anaknya hendak berangkat ke Jakarta menjemput istrinya. Gerombolan tersebut memaksa supaya spanduk tolak Syiah yang dipasang warga pemukiman Az Zikra dicabut malam itu juga.

Atas permintaan paksa itu, Faisal yang merupakan Ketua Divisi Penegakan Syariah di perkampungan Az Zikra mengatakan, besok pagi saja perwakilan mereka datang lagi untuk bermusyawarah secara baik-baik. Namun gerombolan tersebut memaksa dengan kasar, kemudian terjadilah ketegangan dan beberapa orang mulai mendorong tubuh Faisal. Saat itu katanya, tiba-tiba ada seorang pria yang pura-pura jatuh seolah terkena pukulan.

Kejadian berikutnya, Faisal jadi bulan-bulanan pemukulan yang dilakukan gerombolan Syiah itu. Kejadian tersebut membuat Faisal pilu karena pemukulan itu berlangsung di depan kedua anaknya yang di bawah umur.

“Saya sedih sekali Pak, yang buat saya gak kuat, saya dipukuli di depan anak-anak saya, sampai anak saya menangis mereka tetap saja memukuli saya,” lirihnya. Anak paling kecil Faisal berumur 9 tahun (pria) berada dalam peristiwa pemukulan tersebut. Sedangkan paling besar berumur 17 tahun (perempuan).

Faisal mengaku, dipukuli hingga terjatuh ke tanah. Saat ia sudah terbaring, gerombolan itu masih belum puas hingga bertubi-tubi pukulan harus diterimanya. Tampak di tubuh pria paruh baya itu luka memar-memar di wajah dan kakinya. Tidak sekedar dipukuli, Faisal kemudian diseret ke mobil bak maling oleh para penyerang. Tujuannya adalah untuk dibawa ke Polsek Bogor. Dalam perjalanan menuju mobil hingga saat berada di mobil, pukulan tidak henti-hentinya mendarat di tubuhnya.

“Saya sempat bilang ke mereka kalau saya dibawa-bawa saja, jangan dipukuli terus karena saya bukan maling dan bukan yang memasang spanduk. Tapi mereka malah marah dan terus memukuli saya,” tuturnya.

Akibat pengroyokan itu, Faisal menderita luka-luka. Kakinya terkilir, bibir mendapat tiga jahitan dan pipi memar.

(SI Online)