Copyright © www.aldakwah.org 2021. All Rights Reserved.

Get Adobe Flash player
Anda dapat membaca Artikel serta kajian yang disediakan oleh kami
Anda dapat mengetahui berita islam terkini baik berita lokal maupun Internasional
Anda dapat mengakses murottal Al-Quran beserta terjemahannya ke berbagai bahasa
Anda dapat mengakses kajian audio yang kami terbitkan
Anda dapat berinfaq serta besedekah melalui perantara kami
Anda dapat memesan produk kami secara online

Ulama Jakarta Nilai Adanya Penggiringan Opini Seolah Hanya FPI yang Tolak Ahok

JAKARTA - Pemberitaan media terhadap penolakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkesan tidak berimbang. Aksi yang dihadiri oleh banyak organisasi Islam (ormas) justru di pemberitaan media-media mainstream terkesan menyudutkan salah satu ormas, yakni, Front Pembela Islam (FPI). Hal ini dikatakan oleh seorang ulama Jakarta, KH Jamaluddin F Hasyim di akun Facebooknya, Kamis (13/11).

Jamaluddin mengungkapkan, aksi damai yang dilakukan pada Senin (11/11) lalu dihadiri tidak hanya oleh FPI, melainkan juga dihadiri ormas-ormas Islam lainnya.

“Demo Anti Ahok kemarin diikuti oleh banyak ormas Islam, bukan cuma FPI. Namun yang muncul di media seolah hanya FPI yang demo.. ada apakah?” tulisnya di akun Facebok Jamaluddin F Hasyim, Kamis (13/11).

Dia menambahkan, seharusnya media juga menuliskan bahwa ada ormas lain yang juga menolak Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta. Namun, yang terlihat justru media seperti menyudutkan FPI dengan hanya menyebut FPI yang melakukan aksi penolakan tersebut.
“Benarkah media juga ikut bermain opini bahwa seakan yang menolak Ahok “cuma” FPI dan bukan mayoritas Muslim Jakarta sebagai silent majority?” ujarnya.

Lebih lanjut Jamaluddin mengimbau kepada para insan media yang telah melakukan pemberitaan yang tidak berimbang, untuk datang ke masjid-masjid dan menanyakan langsung bagaimana sikap umat Islam terhadap rencana pengangkatan Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta.

“Biar adil dan tdk ada udang dibalik bakwan, silakan media turun ke mesjid2 baik saat Jumatan atau majelis2 taklim. Dengarkan, saksikan, dan yg terpenting siarkan, bagaimana sikap umat Islam, tanpa embel2 ormas, partai, dll, terhadap Ahok.. Berani? Jujur memang tidak mudah,” pungkasnya.

(FB/abr/dakwatuna)